Upacara 3 bulanan di Bali memiliki makna dan tujuan yang penting dalam agama Hindu. Secara umum, upacara ini bertujuan untuk membersihkan atau menyucikan bayi
Daftar Isi
Upacara 3 bulanan, atau yang juga dikenal dengan nama Nelu Bulanin, merupakan salah satu upacara adat yang penting dalam agama Hindu di Bali. Upacara ini dilaksanakan ketika bayi telah berusia tiga bulan, atau 105 hari setelah kelahiran.
Makna Upacara 3 Bulanan di Bali
Upacara 3 bulanan memiliki makna dan tujuan yang penting dalam agama Hindu. Secara umum, upacara ini bertujuan untuk membersihkan atau menyucikan bayi dari segala kotoran lahiriah dan batiniah.
Dalam kepercayaan Hindu, bayi yang baru lahir dianggap masih dalam keadaan cuntaka, atau kotor. Hal ini disebabkan karena bayi baru saja keluar dari rahim ibu, yang dianggap sebagai tempat yang kotor. Selain itu, bayi juga dianggap masih belum memiliki kekuatan spiritual yang cukup untuk melindungi dirinya dari pengaruh-pengaruh negatif.
Oleh karena itu, upacara 3 bulanan dilaksanakan untuk membersihkan bayi dari segala kotoran lahiriah dan batiniah. Hal ini dilakukan agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat dan bahagia, serta terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif.
Sarana Upacara 3 Bulanan di Bali

Upacara 3 bulanan membutuhkan berbagai sarana upacara, antara lain:
- Banten, yaitu serangkaian persembahan yang dipersembahkan kepada para dewa dan leluhur.
- Pakaian, yaitu pakaian yang dikenakan oleh bayi saat upacara berlangsung.
- Perhiasan, yaitu perhiasan yang dikenakan oleh bayi saat upacara berlangsung.
Prosesi Upacara
Prosesi upacara 3 bulanan diawali dengan persiapan sarana upacara, seperti banten dan pakaian bayi. Setelah itu, upacara dimulai dengan persembahyangan kepada para dewa dan leluhur.
Dalam persembahyangan tersebut, para orang tua bayi memohon agar bayi mereka diberikan kesehatan, keselamatan, dan kebahagiaan. Selain itu, mereka juga memohon agar bayi mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif.
Upacara 3 bulanan merupakan upacara yang penting dalam agama Hindu di Bali. Upacara ini memiliki makna dan tujuan yang mendalam, yaitu untuk membersihkan bayi dari segala kotoran lahiriah dan batiniah. Selain itu, upacara ini juga bertujuan untuk memohon keselamatan dan kebahagiaan bagi bayi.

KOMENTAR