Bagaimana proses pembuatan dupa sehingga ada banyak jenis, warna dengan berbagai aroma. Aroma dupa sering dipakai untuk membantu relaksasi ataupun meditasi.
Daftar Isi
Proses Pembuatan Dupa

Dupa merupakan salah satu alat persembahyangan umat Hindu. Cara menggunakannya harus dibakar terlebih dahulu agar wangi dan asap dari dupa keluar. Dupa sendiri terdiri dari berbagai jenis ukuran dan warna dengan berbagai aroma. Aroma dupa juga sering dipakai untuk membantu relaksasi ataupun meditasi.
Langkah Proses Pembuatan Dupa

Proses pembuatan dupa secara tradisional terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1. Pemilihan bahan baku
Bahan baku utama pembuatan dupa adalah kayu, yang biasanya digunakan adalah kayu jati, kayu mahoni, atau kayu cendana. Kayu-kayu tersebut dipotong dan dirajang menjadi serbuk kayu. Selain kayu, bahan baku pembuat dupa lainnya adalah kemenyan, yang berfungsi untuk memberikan aroma khas pada dupa.
2. Pencampuran bahan baku

Serbuk kayu dan kemenyan dicampur dengan perbandingan tertentu, sesuai dengan jenis dupa yang diinginkan. Campuran tersebut kemudian diaduk hingga rata.
3. Pembentukan dupa
Campuran bahan baku yang telah rata kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dupa. Cetakan dupa dapat berupa cetakan batang, cetakan kerucut, atau cetakan lainnya sesuai dengan bentuk dupa yang diinginkan.
4. Pengeringan
Dupa yang telah dibentuk kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Proses pengeringan ini memakan waktu sekitar 2-3 hari.
5. Pewarnaan
Dupa yang telah kering dapat diberi warna sesuai dengan selera. Pewarnaan dupa dapat dilakukan dengan menggunakan pewarna alami atau pewarna buatan.
6. Pengepakan
Dupa yang telah diwarnai kemudian dikemas dalam kemasan yang sesuai. Kemasan dupa biasanya berupa plastik, karton, atau kertas.
Proses Pembuatan Dupa Modern

Proses membuat dupa secara modern tidak jauh berbeda dengan proses membuat dupa secara tradisional. Namun, pada proses membuat dupa secara modern, beberapa tahapan dapat dilakukan secara otomatis, seperti proses pencampuran bahan baku, pembentukan dupa, dan pengeringan.

KOMENTAR