HomeTradisi

Mengetahui Makna Ogoh Ogoh pada Saat Pengerupukan Kesanga

Mengetahui Makna Ogoh Ogoh pada Saat Pengerupukan Kesanga

Begini Makna dan Tujuan Rahina Purnama dalam Agama Hindu di Bali
Ternyata Desa Terbersih Dunia Ada di Bali

Makna Ogoh Ogoh

Ogoh Ogoh Pada saat Kesanga
Ogoh Ogoh Pada saat Kesanga

Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang terbuat dari kertas, bambu, dan kain. Ogoh-ogoh biasanya berbentuk makhluk-makhluk menyeramkan, seperti buta kala, raksasa, atau binatang buas. Ogoh-ogoh diarak keliling desa pada malam pengerupukan, sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

Dalam tradisi Hindu Bali, ogoh-ogoh memiliki makna yang mendalam. Ogoh-ogoh melambangkan sifat-sifat negatif yang ada dalam diri manusia, seperti keserakahan, kemarahan, dan kebencian. Ogoh-ogoh bertujuan untuk mengusir sifat-sifat negatif tersebut dari bumi.

Pembakaran ogoh-ogoh pada akhir pawai melambangkan pemusnahan sifat-sifat negatif. Dengan demikian, diharapkan manusia dapat memulai tahun baru dengan hati yang bersih dan suci.

Selain memiliki makna religius, ogoh-ogoh juga merupakan karya seni yang indah dan kreatif. Ogoh-ogoh dibuat dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Beberapa ogoh-ogoh bahkan memiliki tinggi hingga beberapa meter.

Pembuatan ogoh-ogoh biasanya melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan. Hal ini merupakan wujud kebersamaan dan gotong royong masyarakat Bali.

Apa Makna Ogoh Ogoh Pada Saat Pengerupakan?

Berikut adalah beberapa makna ogoh-ogoh pada saat kesanga:

Merupakan simbol Bhuta Kala

Ogoh Ogoh Sebagai Simbol Bhuta kala
Ogoh Ogoh Sebagai Simbol Bhuta kala

Ogoh-ogoh biasanya berbentuk makhluk-makhluk menyeramkan, seperti buta kala, raksasa, atau binatang buas. Makhluk-makhluk tersebut merupakan simbol dari Bhuta Kala, yaitu kekuatan negatif yang ada di alam semesta.

Upaya mengusir sifat-sifat negatif

Mengarak Ogoh ogoh pada Saat Pengerupukan
Mengarak Ogoh-ogoh pada Saat Pengerupukan

Mengarak ogoh-ogoh bertujuan untuk mengusir sifat-sifat negatif yang ada dalam diri manusia, seperti keserakahan, kemarahan, dan kebencian. Hal ini dilakukan dengan cara menyerap energi negatif dari ogoh-ogoh dan kemudian meleburnya dengan pembakaran.

Menyambut tahun baru saka

Ogoh ogoh pengerupukan kesanga
Ogoh ogoh pengerupukan kesanga

Pembakaran ogoh-ogoh pada akhir pawai melambangkan pemusnahan sifat-sifat negatif. Dengan demikian, diharapkan manusia dapat memulai tahun baru nyepi dengan hati yang bersih dan suci.

Wujud kebersamaan dan gotong royong

Ogoh ogoh pada Saat Pengerupukan
Ogoh-ogoh pada Saat Pengerupukan

Pembuatan ogoh-ogoh biasanya melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan. Hal ini merupakan wujud kebersamaan dan gotong royong masyarakat Bali.

KOMENTAR