HomeTradisi

Berikut 5 Alasan Kenapa Ogoh-Ogoh Dibakar Setelah Diarak Keliling?

Berikut 5 Alasan Kenapa Ogoh-Ogoh Dibakar Setelah Diarak Keliling?

Ogoh-ogoh merupakan karya seni patung raksasa yang biasanya dibuat dari styrofoam, bambu, dan kertas, cari tahu kenapa ogoh-ogoh dibakar setelah diarak keliling

5 Hal Seru Saat Nyepi: Menjelajahi Ketenangan dan Kedamaian Alam
Ini Dia Alasan Mengapa Turis Senang Berkunjung ke Bali dan Liburan?

Kenapa Ogoh-Ogoh Dibakar Setelah Diarak?

Ogoh-ogoh merupakan karya seni patung raksasa yang biasanya dibuat dari styrofoam, bambu, dan kertas, yang diarak keliling desa pada malam sebelum Hari Raya Nyepi di Bali. Ogoh-ogoh biasanya berbentuk menyeramkan, melambangkan Bhuta Kala, atau kekuatan jahat yang mengganggu keseimbangan dunia.

Setelah diarak keliling desa maka proses pembakaran dapat dilakukan cari tahu kenapa ogoh-ogoh dibakar berikut:

1. Melenyapkan Kekuatan Jahat

Proses Pralina ogoh ogoh Laliaran Br. Gemeh 2024 edited
Proses Pralina ogoh-ogoh Laliaran – Br. Gemeh 2024

Pembakaran ogoh-ogoh melambangkan penghancuran Bhuta Kala, simbolisasi dari sifat-sifat negatif seperti amarah, keserakahan, dan kebodohan. Dengan membakarnya, diharapkan kekuatan jahat ini dapat dikalahkan dan keseimbangan dunia dapat terjaga.

2. Kembali ke Kesucian

Api pembakaran ogoh-ogoh diyakini memiliki kekuatan penyucian. Dengan membakar ogoh-ogoh, diharapkan manusia dapat kembali ke kesucian dan memulai Tahun Baru Saka dengan hati yang bersih.

3. Refleksi Diri

Tradisi membakar ogoh-ogoh juga menjadi momen refleksi bagi manusia. Kita diingatkan untuk selalu introspeksi diri dan berusaha untuk menyingkirkan sifat-sifat negatif dalam diri kita.

4. Simbol Peralihan

Pralina ogoh ogoh Laliaran Br. Gemeh 1 edited
Pralina ogoh-ogoh Laliaran – Br. Gemeh

Pembakaran ogoh-ogoh menandakan peralihan dari Tahun Baru Saka yang lama ke Tahun Baru Saka yang baru. Api melambangkan transformasi dan pembaharuan.

5. Semangat Kebersamaan

Tradisi membakar ogoh-ogoh merupakan kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat desa. Hal ini memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam komunitas.

KOMENTAR